Pidatonya Dianggap Anti-imigran, Warga El Paso Tolak Kedatangan Donald Trump

His speech Deemed Anti-immigrant, El Paso Residents Refuse Donald Trump’s Arrival

trump

Penduduk di El Paso meminta kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjauh dari mereka, setelah pidato yang disampaikan yang bernuansa anti-imigran. Pidato itu terkait dengan insiden penembakan massal pada Sabtu lalu (3/8) yang menyebabkan 31 orang tewas.

Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke kawasan kejadian pada Rabu (7/8) ke kota pinggiran Texas tempat terjadinya penembakan massal. Selain itu kunjungan dilakukan ke Dayton, Ohio, lokasi penembakan massal kedua terjadi, yang menyebabkan sembilan orang tewas.

Sebelumnya Trump meminta kepada masyarakat AS untuk mengutuk kefanatikan. Namun, pidatonya itu bertolak belakang dengan riwayat kicauan Trump yang kerap dilontarkan di media sosial Twitter yang bernada rasisme.

Mantan anggota kongres dari Demokrat, Beto O’Rourke mengatakan presiden yang menciptakan kebencian yang memungkinkan tragedi oenembakan itu terjadi tak seharusnya datang ke El Paso.

Sebelum melakukan penembakan massal itu, pelaku sempat mengunggah pernyataan yang bersifat rasis, yaitu “berusaha melawan invasi kaum hispanik [Amerika Latin] di Texas,”

Para kritikus kemudian merujuk kalimat unggahan pelaku tersebut dengan yang sering diujarkan oleh Trump. Presiden AS itu kerap kali menggambarkan kelompok imigran hispanik sebagai bagian dari “invasi”.

Trump juga bahkan menyebut orang-orang Meksiko dan Amerika Tengah sebagai pelaku tindak kejahatan, seperti penjahat, anggota geng, dan pemerkosa.

Anggota kongres El Paso lainnya, yakni Veronica Escobar juga melakukan hal serupa, mengkiritik kedatangan Trump.

Ia mendesak Trump untuk mempertimbangkan fakta bahwa kalimat yang dirinya ucapkan dan tindakannya turut memberikan andil dalam insiden ini. Lebih lanjut ia menyebut, Trump tidak seharusnya datang ketika warga El Paso masih berduka.
Di sisi lain, Walikota El Paso Dee Margo mengatakan sebagai bagian dari tugas, dirinya akan tetap menyambut kedatangan Trump.

Penasihat Presiden AS, Kellyanne Conway menuduh Partai Demokrat telah mempolitisasi momen ketakutan ini, ketika Trump yang menurutnya sedang berusaha “membawa negara bersatu, menyembuhkan negara,”

Dukungan terhadap Conway itu pun datang dari ketua Partai Demokrat wilayah El Paso, Adolpho Telles yang turut mendukung kedatangan Trump di wilayah mereka. Namun ia mengingatkan agar Trump lebih berhati-hati atas ucapannya.

Masyarakat El Paso juga mengatakan bahwa mereka takut atas bangkitnya nasionalisme kulit putih dan mengatakan Trump adalah bagian dari masalah ini dengan adanya retorika dan kebencian yang diujarkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *