Polemik Kekeliruan Data Presiden Jokowi dalam Debat Capres Kedua

Indonesia telah menggelar kembali debat kedua calon presiden Indonesia, Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Minggu, tanggal 17 Fabuari lalu. Debat kali ini menimbulkan banyak kontroversi terkait data yang di sampaikan oleh Presiden Joko Widodo karena memiliki banyak kekeliruan dari data yang sebenarnya. Sejumlah masyarakat pun mengecam hal ini sebagai kebohongan yang dilakukan oleh Presiden joko Widodo.

Seorang analisis sosial politik di Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, memberikan komentarnya terkait pernyataan-pernyataan Presiden Joko Widodo dalam debat capres. Beliau mengatakan bahwa Presiden Jokowi banyak menyebutkan data, namun banyak data yang keliru setelah dilakukan fact check oleh sejumlah media.

Sebagai contoh adalah pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa tidak ada kebakaran hutan dalam 3 tahun terakhir. Namun, berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup, telah terjadi kebakaran hutan dalam 3 tahun belakang ini, yaitu 14 hektar di tahun 2016, 11 hektar di tahun 2017, dan 4 hektar di tahun 2018.

Selain itu, kekeliruan data yang dimiliki oleh Presiden Jokowi adalah terkait jumlah impor jagung. Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia masih meng-impor jagung sebanyak 3,5 juta ton di tahun 2014 dan hanya meng-impor 180.000 ton jagung di tahun 2018. Pernyataan ini juga dibantah oleh Ubedilah. Pasalnya, berdasarkan data dari BPS, Indonesia masih meng-impor 737.220 ton jagung di tahun 2018.

Presiden Jokowi juga menyatakan telah banyak membangun jalan di Indonesia tanpa menimbulkan konflik dengan warga. Pernyataan ini sontak menimbulkan kemarahan terutama audiens yang menonton langsung debat capres dalam studio.

Kekeliruan data ini menjadi perbincangan hangat oleh netizen di Twitter dan saat ini telah menjadi trending topic #LyingAwardsFor President. Sejumlah reporter asing juga sangat menyayangkan hal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *