Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Kardus Ganja Seberat 100 Kilogram ke Bali

Police Thwart Smuggling of 4 Kilogram Boxes of 100 Kilogram to Bali

Foto Polisi Menggagalkan Penyelundupan Kotak 4 Kilogram

Penyelundupan narkoba ganja berhasil digagalkan oleh anggota Polda Jembrana dan Polda Bali Gilimanuk

Penyelundupan narkoba jenis ganja berhasil digagalkan oleh Anggota Polres Jembrana dan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Bali. Ganja yang hendang diselundupkan ke Bali lewat jalur darat dengan mobil pribadi itu beratnya mencapai 100 kilogram.

Sebanyak empat pelaku berhasil diamankan di pos 2, atau pintu masuk Bali, pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembarana, Bali, Sabtu (19/10) dini hari. Keempat pelaku itu bertindak sebagai kurir ganja.

Menurut penjelasan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa bahwa penangkapan bermula dari adanya informasi warga yang menginformasikan akan upaya penyelundupan ganja dari Jakarta menuju Denpasar dengan menggunakan mobil pribadi.

Bertempat di Mapolres Jembrana, Bali, Selasa (22/10), Adi Wibawa mengatakan usai mendapatkan informasi tersebut petugas melakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan ketat terhadap orang dan barang dan kendaraan yang hendak masuk Bali.

Kronologi penangkapan, pada Sabtu (19/10) sekitar pukul 00.30 WITA mobil Xenia DK 1580 OW melintas di depan pos 2 Pelabuhan Gilimanuk. Mobil itu lalu dilakukan pemeriksaan dan hasilnya kedapatan memuat 100 paket daun kering ganja dibungkus lakban cokelat. Dalam 100 paket diduga ganja itu dikemas dengan menggunakan empat kardus warna cokelat yang diletakkan di jok mobil belakang.

Operasi yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Jembrana AKP I Komang Muliyadi itu pun langsung meringkus pengemudi dan seorang penumpangnya, yakni Herman Pelani (35), asal Sumatera Utara dan Umar Saleh Siregar (27), asal Klungkung.

Lewat pemeriksaan terhadap kedua kurir ganja ini, petugas lalu kembali mengamankan dua pelaku lainnya yang berada di wilayah Melaya, Jembrana, Bali. Kedua pelaku lainnya adalah Faizal Ahmad Rangkuti (33), asal Sumatera Utara dan Rikardo Nainggolan (44), asal Padang Sumatera Utara. Kedua pelaku merupakan satu jaringan yang ditangkap di Melaya saat mengendarai mobil Suzuki Escudo B 2321 UR.

Adi Wibawa menjelaskan mereka merupakan satu jaringan yang melakukan aksi dalam dua kelompok, yakni kelompok Jakarta dan Kelompok Bali. Kelompok Jakarta bertugas mengantar ganja sampai Gilimanuk, lalu kelompok Bali bertugas menerima ganja tersebut untuk di bawa ke Denpasar.

Tak hanya ganja, petugas juga menemukan dua plastik klip berisi kristal bening yang diduga sabu. Plastik itu memiliki berat brutto 0,24 gram atau netto 0,10 gram yang dibawa dua pelaku dan dilakukan penangkapan di pos 2 Pelabuhan Gilimanuk.

Barang bukti yang diamakan oleh petugas yaitu, 100 paket ganja, sabu, empat kardus warna coklat, satu buah kotak rokok, uang tunai Rp 4.250.000, empat buah HP dan dua unit mobil minibus. Semua barang bukti diamankan di Mapolres Jembrana untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan pasal 132 ayat (1) Jo pasal 115 ayat (2) jo pasal 111 ayat (2) jo pasal 112 ayat (1) atau pasal 131 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) UU RI Nomer 35 tentang Narkotika. Ancaman hukuman yang diterima oleh para pelaku adalah hukuman seumur hidup atau pidana penjara paling rendah 5 tahun atau paling lama 20 tahun dan pidana denda Rp 8 miliar.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bangsa: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *