Polisi Ungkap Peredaran Uang Asing Palsu Berbagai Negara Bernilai Ratusan Miliar

Police Reveal Circulation of Counterfeit Foreign Currency of Various Countries Worth Hundreds of Billion

police

Aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengungkap aksi peredaran uang palsu. Sebanyak tujuh tersangka berhasil diringkus oleh polisi. 

Saat mengungkap perkara itu, terdapat barang bukti beragam uang palsu pecahan berbagai macam mata uang asing yang disita Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Jumlah yang ditaksir dari uang palsu itu mencapai Rp300 miliar.

Pengungkapan itu berawal informasi yang beredar sekitar Juni sampai awal Juli. Dikabarkan ada peredaran maupun transaksi gelap uang asing di sekitar Jakarta Utara.

Untuk itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Ajun Komisaris Besar Polisi Reynold Hutagalung  mengatakan pihaknya membentuk tim untuk pendalaman info tersebut.

Reynold menjelaskan, pada tanggal 4 Juli pihaknya behasil melakukan penangkapan terhadap empat orang tersangka dengan inisial AR, AS, RV dan DA. Keempatnya ditangkap di depan Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari penangkapan itu, polisi mendapati bukti uang palsu sebanyak 10 ikat dengan masing-masing pecahan US$100.

Kemudian, tim dari Polres melakukan pendalaman untuk mengetahui keaslian uang yang didapatkan dari keempat orang tersebut. Pihak kepolisian pergi ke bank terdekat dan money changer untuk melakukan pengecekan. Setelahnya jawaban dari keduanya menyatakan dugaan kuat uang itu palsu. 

Lantaran terkait mata uang dolar, kordinasi dilakukan polisi dengan Kedutaan Amerika Serikat, Secret Service FBI. Jawaban mereka pun secara cepat diberikan bahwa uang tersebut palsu, dengan dugaan bukan diproduksi dari Amerika.

Setelah melakukan pendalaman dengan empat orang tersangka yang ditangkap sebelumnya, polisi kemudian berhasil menangkap tiga orang tersangka lainnya di daerah Pulogebang, Jakarta Timur, dengan inisial FF, PA dan HS.

Saat penangkapan, barang bukti yang berhasil ditemukan polisi berupa mata uang asing lainnya, antara lain mata uang asing Kanada, Korea, Brunei, dan dolar Singapura. Selain uang palsu, polisi juga mendapati adanya tiga obligasi yang diduga kuat juga palsu.

Untuk mempertangung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 244 KUHP dan 245 KUHP dengan ancaman pidana kurungan selama 15 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *