Posfin Kembangkan Layanan Giro Elektronik untuk Pekerja Migran

Posfin Develops Electronic Giro Services for Migrant Workers

fintech

Anak usaha PT Pos Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang teknologi finansial atau fintech, yakni Posfin tengah mengembangkan Worker Welfare Management System. Aplikasi ini merupakan layanan pengelolaan keuangan pekerja migran melalui pemanfaatan giro elektronik.
Direktur Utama Posfin Soeharto menjelaskan, pihaknya mengembangkan layanan e-giro tersebut untuk mendorong kinerja perseroan yang saat ini bisnisnya masih bergantung pada sektor pembayaran (payment).
Menurut Soeharto, PT Pos Indonesia sebagai induk usaha yang memiliki cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mempunyai potensi besar dalam layanan giro. Layanan Pos yang cakupannya hingga pelosok daerah merupakan peluang untuk bisa digarap oleh layanan giro, dalam hal ini giro digital yang dikembangkan oleh Posfin.
Adapun, Soeharto menjelaskan, digitalisasi tersebut dapat menjembatani transaksi uang yang dilakukan oleh para pekerja migran untuk dikirim ke keluarganya di berbagai wilayah melalui e-giro. Dengan e-giro biaya yang dibebani relatif lebih rendah dibandingkan melalui layanan remitansi konvensional.
Menurutnya, dengan hadirnya layanan Worker Welfare Management System ini, setiap pekerja migran dapat mengelola dan memantau kondisi keuangan keluarga di daerah asal, begitu juga sebaliknya. Ini memungkinkan dengan adanya transaksi keuangan selalu tercatat.
Selain itu, layanan itu rencananya akan dikembangkan agar dapat memunculkan informasi pekerjaan bagi calon pekerja migran, misalnya profil pekerjaan, pemberi kerja, serta besaran gaji yang ditawarkan.
Layanan tersebut, menurutnya dapat mengalami kendala dengan minimnya jaringan internet yang ada di pedesaan. Oleh karena itu, Posfin bersama dengan induk usahanya akan bekerjasama untuk menyediakan akses internet di setiap kantor pos yang tersedia di tiap daerah.
Soeharto menuturkan pihaknya bakal meluncurkan layanan tersebut pada Desember 2019 mendatang. Saat ini Posfin tengah berupaya merampungkan sisterm tersebut, termasuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *