Prabowo: Apapun Putusan Mahkamah Konstitusi, Kami Berperilaku Dewasa dan juga Damai

Prabowo: Whatever the Constitutional Court’s Judgment, We Behave with Adult and also Peaceful

prabowo 1

Calon calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto menekankan bahwa ia serta calon wakil presiden Sandiaga Uno perlu berpikir untuk mengambil tindakan hukum terkait dengan klaim atas hasil Pemilihan Presiden 2019 dan juga Wakil Presiden Pemilihan yang dinyatakan oleh Kompensasi Pemilihan Umum ( KPU) sedikit waktu itu.

Prabowo juga meminta para pendukungnya untuk lebih tua dan juga tenang dalam menanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perselisihan tersebut. “Kami mempercayai hakim-hakim Mahkamah Konstitusi, terlepas dari pilihan-pilihan yang kami peroleh dengan usia penuh, damai, merenungkan gairah masyarakat dan juga negara. Itulah sikap dan permintaan kami. Percayalah niat kami untuk kepentingan bangsa , orang-orang dan konsumen, “

Ketua Partai Gerindra juga meminta para pendukungnya untuk tidak mengadakan simulasi atau mungkin demo di Mahkamah Konstitusi selama sesi uji coba gratis pada diskusi tentang hasil pemilihan presiden.

Prabowo mengklaim, saat ini sudah ada delegasi yang mendampingi tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam persidangan. Selain itu, ia juga ingin menghindari provokasi dan fitnah.

Prabowo menekankan, sejak awal dia dan juga Sandiaga berpandangan bahwa perilaku mengekspresikan sudut pandang di tempat-tempat umum harus dilakukan dengan damai dan anti-kekerasan.

Seperti diketahui, pajangan menolak hasil pemilu di depan kantor Perusahaan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei dan berakhir dengan kerusuhan.

“Kami benar-benar tidak memilih kerusuhan tertentu di dunia seperti itu, tidak seperti itu. Itu sebabnya saya dan Sandiaga Uno membayangkan bahwa sebagian besar pendukung kami akan diam dan juga luar biasa, tenang dan juga cantik serta untuk melakukan persaudaraan dan juga energi keluarga di antara warga lainnya, “kata Prabowo. Sebelumnya, Badan Kemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi nasional yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan Prabowo-Sandiaga kehilangan suara 01 presiden dan pasangan calon wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf. Perbedaan suara masing-masing mencapai 16, 594, 335.

Jokowi-Ma’ruf sangat baik dengan 85, 036, 828 suara atau 55, 41%. Sementara Prabowo-Sandi mendapat 68.444, 493 suara (44, 59 persen). MK akan mengadakan pembelajaran pendahuluan pada diskusi tentang hasil pemilihan presiden pada 14 Juni 2019. Berdasarkan jadwal, putusan akan diadakan pada 28 Juni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *