Presiden Disebut Sedang Lakukan Politik Dinasti, Istana: Semua WNI Memiliki Hak Jadi Kepala Daerah

President Is Called to Be Doing Dynasty Politics, Palace: All Indonesian Citizens Have the Right to Become Regional Heads

Foto Masalah yang tidak menyenangkan mendekati Presiden Joko Widodo atau Jokowi

Suatu masalah yang tidak menyenangkan mendekati Presiden Joko Widodo atau Jokowi

Isu tak sedap menghampiri Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Penyebabnya adalah menyusul dengan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka yang ikut serta dalam pemilihan calon wali kota (Pilwali) Solo, lalu disusul dengan menantunya Bobby Nasution yang maju dalam Pilwali Medan. Jokowi pun diduga sedang melakukan politik dinasti.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko menanggapinya dengan mengatakan bahwa semua warga negara Indonesia (WNI) memiliki hak untuk menjadi kepala daerah dan negara pun tidak melarangnya.

“Hak politik kan semua orang memiliki hak politik kecuali kalau ada catatan hukum pernah dicabut hak politiknya. Apa hak politiknya dicabut,” kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (5/12).

Lebih lanjut, Moeldoko menjelaskan bahwa baik Gibran maupun Bobby tidak pernah tersangkut masalah hukum yang mengakibatkan hak politiknya dicabut. Jadi, tak ada masalah bagi mereka dan bebas untuk mendaftar menjadi kepala daerah.

Diapun menegaskan kalau anggapan adanya politik dinasti perlu diluruskan. Sebaiknya, jangan langsung menjustifikasi Jokowi sedang melakukan politik dinasti. “Kalau di dalam politik itu, itu aja ketentuannya. Rolenya adalah siapa-siapa yang hak politiknya dicabut karena sesuatu, nah itu tidak boleh. Semua orang punya hak politik yang sama,” ujar Moeldoko.

Sebagaimana diberitakan, ‎menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution, menyerahkan formulir pendaftaran untuk maju sebagai calon Wali Kota Medan ke DPD PDIP Sumatera Utara pada Selasa (3/12). Langkahnya untuk maju pilkada itu dengan meminta dukungan dari PDIP pada Pilkada 2020.

Adapaun, formulir pendaftaran yang dikembalikan Bobby telah diterima langsung oleh Sekretaris PDIP Sumatera Utara Sutarto. Terdapat juga sejumlah pengurus DPD PDIP Sumatera Utara yang mendampingi. Bobby ingin melihat kemampuan dirinya mencari tahu masalah Kota Medan, termasuk berdiskusi dengan partai lain, seperti dengan Partai Nasdem dan Golkar. Pembicaraan itu merupakan salah satu persiapan dirinya maju dalam pencalonan Pilwali Kota Medan.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politik: https://www.indonesianupdates.com/category/political/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *