Thu. Aug 22nd, 2019

Proyek LRT di Bekasi Tersendat Akibat Pembebasan Lahan Belum Tuntas

LRT Projects in Bekasi Are Stagnant Due to Unfinished Land Acquisition

LRT projects

Proyek Light Rail Transit (LRT) di Bekasi mengalami kendala. Progres pembangunan dari proyek LRT atau kereta api ringan Jabodebek lintas Cawang – Bekasi Timur baru mencapai 56 persen.

Target yang sebelumnya PT Adhi Karya Tbk tetapkan untuk proyek LRT ini rampung pada tahun 2019 ini. Penyebab dari keterlambatan itu dikarenakan proses pembebasan lahan warga yang akan dijadikan Depo LRT di stasiun Jati Mulya yang belum kunjung tuntas.

Depo LRT di Stasiun Jati Mulya itu akan dibangun di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Stasiun dan tempat parkir dibutuhkan pada lahan seluas 12 hektare itu.

Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto, mengatakan, memang adanya kendala pembangunan jalur LRT lintas Cawang-Bekasi Timur terhambat di Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan.

Proyek LRT pun ditargetkan rampung pada medio tahun 2020. Kepala Seksi Pengadaan pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Agus Susanto, mengatakan pembebasan lahan yang sudah dimulai sejak awal tahun 2018 itu seharusnya bisa beres pada Desember 2018. Namun, hingga Mei 2019 ini, baru 60 persen penyelesaian ganti rugi lahan warga.

Agus mengatakan, keterlambatan itu, disebabkan warga enggan memberikan data tanah mereka. Penolakan warga itu, tak lepas dari kurangnya sosialisasi pembebasan tanah oleh pihak pemerintah provinsi (pemprov).

Menurut Agus, sosialisasi yag dilakukan pemprov selama ini terbilang kurang, salah satunya masih ada warga yang belum mengetahui sejauh mana depo LRT itu akan dibangun di wilayah mereka.

Selain itu, tahapan proses pembebasan juga tidak diketahui warga setempat, dimana warga merasa bingung ketia ada pendataan saat proses pembebasan tanah.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *