Mon. Sep 23rd, 2019

Rapat Darurat Bakal Digelar OKI Akhir Pekan Ini Menanggapi Pernyataan PM Israel Ingin Caplok Tepi Barat

An Emergency Meeting Will Be Held This Week In Response To The Statement Of The Israeli PM Wants To Caplok West Bank

Benjamin Netanyahu

Menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang mengatakan akan mencaplok seluruh wilayah Tepi Barat, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berencana menggelar rapat darurat yang diadakan dengan seluruh menteri luar negeri negara anggota pada akhir pekan ini. Netanyahu menjanjikan hal itu dalam kampanyenya yang apabila dirinya kembali menang dalam pemilihan umum pada 17 September mendatang.

Melalui Twitternya pada Kamis (12/9), cuitan itu menjelaskan OKI akan menggelar rapat darurat antara menlu negara anggota pada Minggu, 15 September di Jeddah atas permintaan Arab Saudi.

Sementara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berlokasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (11/9) mengatakan pada wartawan Indonesia, yang merupakan anggota OKI, belum mendapat kabar terkait rapat darurat tersebut.

Sebelumnyam, Netanyahu dalam sebuah pidato kampanyenya yang disiarkan secara nasional mengumumkan niatnya untuk mencaplok Lembah Yordan di Tepi Barat. Langkah itu dilakukan jika partainya kembali mendominasi pemilu yang digelar pekan depan.

Diketahui, partainya kalah dalam pemilihan parlemen ada April lalu sehingga ia mengutarakan janji tersebut. Tak hanya itu, ia bahkan berjanji akan mencaplok seluruh pemukiman yang telah didirikan Israel di Tepi Barat.

Saat ini diketahui, sebanyak sekitar 65 ribu warga Palestina dan 11 ribu warga Israel tinggal di Lembah Jordan dan utara Laut Mati, Tepi Barat.

Atas pernyataan Netanyahu itu, Indonesia mengecam keras karena dinilai sangat bertentangan dengan hukum internasional. Selain itu akan mengancam kelangsungan proses perdamaian Palestina-Israel yang diupayakan lewat resolusi PBB.

Negara Arab juga menentang keras pernyataan Netanyahu tersebut. Arab Saudi menyebut rencana Netanyahu itu merupakan eskalasi yang berbahaya. Negara lainnya, Yordania menyebut janji Netanyahu itu dapat memicu konflik kekerasan di Timur Tengah.
Rusia pun bereaksi keras seperti Yordania, menganggap rencana Netanyahu itu bisa memicu konflik semakin tajam di kawasan Timur Tengah.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *