Mon. Sep 23rd, 2019

Ratusan demonstran berbaris di depan DPRD Makassar untuk Menolak Peningkatan Kontribusi BPJS

Hundreds of demonstrators marched in front of the Makassar DPRD to Refuse Increased BPJS Contribution

protest2

Ratusan orang yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar demonstrasi di bawah fly over, melintasi Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (5/9). Mereka mengambil tindakan sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan pemerintah untuk menaikkan tingkat kontribusi bulanan BPJS Kesehatan. Para demonstran menganggap kenaikan biaya BPJS tidak benar.

Mengenakan pakaian merah cerah, para demonstran berpidato beberapa saat sambil membagikan selebaran berisi tuntutan mereka. Kemudian kelompok tersebut bergeser ke DPRD Sulawesi Selatan.
Wahida Baharuddin Upa, salah satu orator mengatakan, perawatan kesehatan adalah hak dasar rakyat dan dilindungi oleh hukum. Jadi jika satu layanan kesehatan dikomersialkan, ini melanggar konstitusi.
Wahida, yang juga ketua SRMI kembali menyerukan agar pemerintah dianggap telah melakukan upaya untuk membantu modal BPJS. Hingga 2018, bantuan yang diberikan oleh pemerintah akan mencapai Rp. 10,82 triliun. Dana sebesar itu, katanya, jika digunakan untuk membangun unit bisnis bagi masyarakat miskin, akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Wahida, kenaikan biaya BPJS adalah kebijakan yang tidak masuk akal yang memberi beban baru pada masyarakat. Karena beban pada masyarakat bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga pendidikan, harga makanan yang mahal, dan beban kenaikan tarif listrik.
Wawan Mattaliu, anggota DPRD Sulawesi Selatan yang menerima aspirasi para demonstran, mengatakan pemerintah tidak boleh gegabah dengan meningkatkan kontribusi BPJS, karena layanan kesehatan ini berpengaruh bukan pada elit tetapi pada masyarakat yang lebih luas.
Dia menambahkan, efek lain selain menciptakan beban ekonomi baru pada masyarakat, juga berdampak pada anggaran daerah.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *