Sun. Aug 18th, 2019

REI Tanggapi Adanya Penurunan Kredit Konsumsi

REI Responds to Decrease in Consumer Credit

bank indonesia

Bank Indonesia mencatat adanya penurunan pada kredit konsumsi di periode Juni 2019 menjadi 7,70 persen secara year-on-year(yoy). Padahal kredit ini biasanya tumbuh hingga dua digit.

Adapun, penyebab terbesar turunnya kredit konsumsi, berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) yang melambat pertumbuhannya.

Menanggapi penurunan kredit konsumsi tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan bahwa sebetulnya transaksi pembelian rumah dalam dua bulan terakhir sudah mengalami kenaikan, akan tetapi persoalannya terletak pada pembayarannya banyak yang belum direalisasikan.

Menurut Paulus, realisasi transaksi properti baru bisa terasa aktif dalam waktu 6 bulan sampai 12 bulan.

REI mengusulkan beberapa upaya untuk bisa mempercepat laju pertumbuhan kredit konsumsi melalui tiga cara yaitu, pengampunan pajak atau tax amnesty, ubah menjadi goods and service tax, atau hanya kenakan pajak 5%.

Totok menyebut pihaknya sebetulnya cenderung memilih opsi kenaikan pajak 5%, namun ternyata yang dipilih Kementrian Keuangan adalah tax amnesty.

Harapan Totok adalah agar Kemenkeu mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk mengenakan pajak 5 persen. Hal ini menurutnya bisa mempermudah dan mendorong kredit konsumsi, karena bisa diterapkan tanpa menunggu proses lama dan tidak memberatkan konsumen.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *