Respons Menhan Atas Surat Dhani

Response of Defense Minister to Dhani Letter

Ahmad Dhani yang kini menjadi bagian dari politikus Gerindra, telah dijerat kasus pencemaran nama baik karena mengujar kata ‘idiot’. Ryamizard Ryacudu sebagai Menteri Pertahanan menyatakan bahwa ia tidak akan ikut campur dalam kasus tersebut. Penyataan ini sebagai respon dari surat yang dibuat oleh Dhani untuk dirinya dimana menyinggung ‘perang total’ di Pilpres 2019.

Ryamizard menegaskan pada Rabu tanggal 27 Februari di kompleks MPR/DPR bahwa dirinya tidak akan mengintervensi masalah politik hukum. Ia mengaku memang mempunyai hubungan dekat dengan Dhani. Namun ia mengklaim juga bersahabat dengan siapapun dan tidak ingin mempunyai musuh.

Ryamizard menganjurkan kepada masyarakat untuk saling dekat sebagai sesama anak bangsa. Ia mengklaim bahwa dirinya tidak pernah mempunyai musuh dan mempunyai musuh hanya satu, yaitu siapapun yang memusuhi negara ini.

Ryamizard menceritakan kedekatannya dengan Dhani bermula saat ia masih menjabat KSAD di tahun 2002. Pada saat konflik di Aceh yang dipicu Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memasuki masa kritis, pertemanan mereka mulai terjalin. Ryamizard saat itu meminta Dhani dan Dewa 19 mengadakan konser di seputaran Aceh untuk membangkitkan rasa cinta terhadap Indonesia di hati rakyat Aceh.

Surat Ahmad Dhani yang ditulis tangan, beredar ketika sidang keempat atas kasusnya digelar. Dalam tulisan tersebut, ia melaporkan kondisi politik yang sekarang terjadi di Indonesia kepada Ryamizard. Dhani juga menyebutkan tentang ‘perang total’ yang dibicarakan Moeldoko. Dhani juga menulis, dia berharap bahwa dirinya bukanlah korban ‘perang total’ yang disebutkan oleh Moeldoko. Namun ia mengakui bahwa dia mendapat tekanan yang sangat besar di penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *