Reynhard Sinaga, WNI yang Jadi Predator Seks Terbesar di Sejarah Inggris

Reynhard Sinaga, Indonesian Citizen who is the Largest Sex Predator in British History

Foto Reinhard Sinaga yang tinggal di Manchester

Warga negara Indonesia (WNI) bernama Reinhard Sinaga yang tinggal di Manchester, Inggris memiliki masalah kriminal

Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Reynhard Sinaga yang tinggal di Manchester,Inggristersandung masalah pidana. Tak main-main, Reynhard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena memperkosa puluhan pria, Senin (6/1/2020).

Bahkan, Hakim Pengadilan Manchester, Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai sosok predator seks terbesar dalam sejarah Inggris.

Dalam sidang vonis, Reynhard dinyatakan bersalah atas 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48korban. Aksina ini terjadidalam rentang waktu dua setengah tahun, yakni 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Profil dari Reynhard ialah ia merupakan pria Indonesia kelahiran Jambi berusia 36 tahun. Dia tiba di Inggris pada tahun 2007 dengan menggunakan visa pelajar. Pada saat itu Reynard berusia 24 tahun.

Menurut informasi yang dikutip darithe Guardian, selama 10 tahun tinggal di Manchester, biaya hidup Reynhard didapat dari uang ayahnya yang merupakan seorang bankir.

Ayahnya membayar puluhan ribu pound sterling untuk biaya sekolah Reynhard ditambah juga membiayai flat tempat tinggal Reynhard di Montana House. Lokasi flat ini tak jauh dari kelab malam Factory, yang menjadi tempat favorit Reynhard mencari pria-pria untuk menjadi korbannya.

Reynhard yang kerap disapa Rey ini menerima dua gelarpendidikan, yakni bidang sosiologi dan perencanaan dari Universitas Manchester. Saat ini ia sedang melanjutkan studi untuk meraih gelar PhD di UniversitasLeeds.

Namun, atas aksinya melakukan pelecehan seksual dan ditangkap pada 2017 membuatnya diskors dari kampus.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Associated Press, tesis Rey memiliki judul “Seksualitas dan transnasionalisme sehari-hari. Laki-laki gay dan biseksual Asia Selatan di Manchester.

“Menurut keterangan yang didapat, Rey jarang berbicara tentang keluarga atau kehidupan di rumah. Ia mempunyai dua saudara kandung.

Selain itu, Rey juga tidak pernah menyembunyikan orientasi seksualnya. Karenanya, Rey nampak suka nongkrong di Canal Street dan Gay Village. Sementara, teman-teman Rey pun mengaku sama sekali tak mengetahui kejahatan yang dituduhkan.

Dalam keterangannya, pengadilan menyatakan bukti pelecehan seksual yang dilakukan Rey ditemukan berupa rekaman video dalam ponsel.

Sementara itu, Reynhard membantah aksi pelecehan yang dituduhkan dan berkeras bahwa hubungan seksualtersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Rey menyebut para korban menikmati fantasi seksual yang dilakukan di tempat tinggalnya.

Di lain pihak, para korban mengaku menjadi korban perkosaan oleh Rey. Para korban yang dibawa Rey ke apartemennya menyebut meminum minuman alkohol yang telah diberi obat bius.

Jaksa Penuntut lan Simkin, dalam siding vonis yang digelar, mengatakan korban perkosaan mengalami trauma mendalam dan sebagian mencoba bunuh diri.

Atas perbuatannya, Rey harus menjalani minimal 30 tahun masa hukuman sebelum diperbolehkan mengajukan pengampunan

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politik: https://www.indonesianupdates.com/category/international/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *