Saham Gorengan, Penyebab Jiwasraya Rugi Mencapai Rp10,4 Triliun

Fried Stock, Cause Jiwasraya Loss Reaches IDR10.4 Trillion

Foto Jiwasraya Loss Mencapai IDR10,4 Triliun

PT Asuransi Jiwasraya yang mencapai Rp10 triliun adalah karena investasi pada saham goreng

Menurut catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), bahwa kerugian yang dialami PT Asuransi Jiwasraya yang mencapai Rp10 triliun akibat investasi pada sahamgorengan. Apa itu saham gorengan? Ialah perusahaan menyimpan dana pada saham-saham berkualitas rendah.

Menurut penjelasan Ketua BPK Agung Firman Sampurna,bahwa dalam proses jual beli saham pihak Jiwasraya terlibat dalam permainan negosiasi harga saham agar bisa mendapat harga tertentu yang diinginkan. Padahal Jiwasraya yang merupakan investor, seharusnya tidak memiliki hak untuk menentukan harga saham.

“Kepemilikan saham tertentu melebihi batas maksimal, yaitu di atas 2,5 persen,” tutur Agung di Kantor Pusat BPK,Jakarta, Rabu (8/1).

Saham-saham gorengan yang dimaksud, yaitu saham berkode SMBR, BJBR dan PPPRO. Dari ketiga saham ini, indikasi kerugian sementara yang tercatat sekitar Rp4 triliun.

Dari situ Jiwasraya mendapatkan hasil jual beli. Lalu, hasil yang terkumpul diindikasikan disimpan oleh Jiwasraya dan Manajer Investasi pada beberapa instrumen reksa dana yang juga memiliki kualitas rendah. Terhitung sampai dengan 30 Juli 2018, Jiwasrayamemiliki 28 produk reksadana.

Adapun sebagian besar produk tersebut di antaranya milik Jiwasraya, dengan kepemilikan di atas 90 persen. “Pihak-pihak yang terkait adalah pihak internal Jiwasraya, pada tingkat direksi dan general manager, serta pihak lain di luar Jiwasraya,” ucap Agung.

Perusahaan pelat merah mengalami kerugian terkait reksadana diperkiraan mencapai Rp6,4 triliun. Lalu, jika ditambahkan dengan kerugian pada saham gorengan, maka total potensi kerugian Jiwasraya mencapai Rp10,4 triliun.

Agung mengatakan BPK pernah mengingatkan manajer investasi Jiwasraya terkait investasinya di saham berkualitas rendah agar di alihkan ke saham atau instrumen lain yang lebih baik.

Sempat rekomendasi itu dipatuhi oleh Jiwasraya yang mengalihkan saham berkualitas rendah ke reksadana penyertaan terbatas (RDPT) senilai Rp9,7 triliun, yakni pada tahun 2016.

Akan tetapi, investasi ke saham gorengan tetap dilakukan kembali oleh Jiwasraya.

Saat ini BPK juga masih mendalami aset Jiwasraya yang dapat dioptimalkan dalam rangka menyelamatkan keuangan perusahaan. Tapi, ini juga bisa jadi menimbulkan sentimen yang kurang baik.

“Ini ada dampaknya, ya. Ini tidak hanya membicarakan 1 entitas saja, tapi ada ribuan investor, jutaan nasabah,”imbuhnya

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bisnis: https://www.indonesianupdates.com/category/business/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *