Tue. Sep 17th, 2019

Sampai Akhir Tahun, Kredit Sektor Produksi Dinilai Belum Moncer

Until the end of the year, the credit in the production sector has not been assessed

Indonesian money1

Perbankan menilai kredit pada sektor produksi pertumbuhannya belum akan bertumbuh signifikan hingga akhir tahun ini.
Direktur Utama PT Bank Mayapada International Tbk. Haryono Tjahharijadi secara lugas hanya menggambarkan kondisi tersebut dengan kata melambat, relatif stagnan, dan praktis tidak bertumbuh.
Perseroan dalam hal ini, tidak mematok angka yang tinggi dalam pertumbuhan sektor produksi sampai akhir tahun ini. Angkanya berkisar di level 9% yoy – 11% yoy.

Begitupun rencana yang akan diambil perseroan, Haryono mengaku pihaknya belum akan melakukan strategi khusus maupun mengubah porsi kredit ke depannya.

Kredit Bank Mayapada, per Juli 2019 tercatat tumbuh sekitar 8% yoy menjadi Rp66,99 triliun. Pada periode yang sama, tahun lalu kredit yang tercatat sebesar Rp62,02 triliun.
Tim Analis PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. Rully Nova menilai tak hanya kredit sektor produksi, sebetulnya sektor yang lain pun sudah mengalami perlambatan sejak dua tahun lalu. Hal tersebut dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang masih stagnan. Tetapi, menurutnya, sektor produksi baru mengalami perlambatan dengan kondisi terburuk saat ini yang disebabkan oleh perang dagang Amerika Serikat dan China.

Untuk itu, Rully menganggap sangat sulit untuk memacu pertumbuhan sektor produksi terutama untuk tujuan ekspor dengan struktur ekonomi kondisi saat ini.
Sementara itu, kredit sektor produksi dari Bank Woori Saudara sendiri tercatat masih tumbuh cukup baik. Hal ini didukung oleh rencana kebanyakan perusahaan yang sudah memasukan agendanya dari tahun lalu dan merealisasikannya di tahun ini.
Perseroan pun mengungkapkan keoptimisannya jika masih bisa mencapai pertumbuhan kredit di level 14% yoy sampai akhir tahun ini

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *