Selaput Biji Pala, Komoditas Maluku Utara yang di Ekspor Perdana ke India

Nutmeg Membrane, North Maluku Commodity which is Exported First to India

nutmeg

Ekspor perdana sebanyak 5 ton komoditas selaput biji pala (fully) dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan). Selaput biji pala asal Maluku Utara itu dikirim ke India dengan nilai mencapai Rp 1,3 miliar.

Atas tersalurnya selaput biji pala ke pasar luar, Kepala Barantan Kementan Ali Jamil mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja semua instansi yang terlibat dalam pengiriman produk tersebut. Pasalnya, selama ini untuk melakukan kegitan ekspor dari komoditas potensial yang ada dari Maluku Utara, khususnya Ternate masih memiliki berbagai hambatan.
Jamil menjelaskan, sebelum dilakukan ekspor, petugas karantina melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik guna memastikan komoditas itu aman dari hama penyakit.

Mengikuti prosedur yang disyaratkan dari negara tujuan, ekspor produk selaput biji pala itu juga diberikan perlakuan berupa fumigasi dengan menggunakan metil bromida dosis 48 g per m3 selama 24 jam.
Setelah semua prosedur dipastikan aman, lalu pihaknya mengeluarkan sertifikat phytosanitarynya sebagai jaminan dari Indonesia.
Menurut Jamil, seharusnya piha-pihak terkait bisa bersama-sama untuk mengupayakan kegiatan ekspor untuk berbagai komoditas pertanian dari Ternate dan Maluku Utara. Berdasarkan data otomasi Barantan melalui IQFAST, paling tidak ada sebanyak lima komoditas unggulan dari Maluku Utara yang bisa dipasarkan ke luar negeri, yaitu kopra, cengkeh, pala biji, selaput biji pala atau fully, dan kakao biji.

Jamil mengaku kandunga dari komoditas fully ini belum banyak dilakukan penelitian. Adapun di negara tujuan, fully digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik dan obat-obatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *