Selidiki Pesawat Maskapai Ukraina, Iran Ajak Boeing

Investigate Ukrainian Airlines, Iran Invite Boeing

Foto Iran Undang Boeing

Pesawat Ukraina yang jatuh, Iran Undang Boeing

Pesawat maskapai Ukraina yang jatuh di di Iran memasuki babak baru. OtoritasIranmengundang pihakBoeinguntuk ikut terlibat dalam penyelidikanjatuhnya pesawat jenis Boeing 737-800 itu.Padahal sebelumnya Iran menolak untuk menyerahkan kotak hitam pesawat tersebut kepada Boeing danAmerika Serikat(AS).

Sebagaimana dilansir dilansirdari Associated Press, Jumat (10/1/2020), langkah terbaru Iran ini disampaikan saat pemimpin negara-negara Barat mengungkapkan indikasi bahwa pesawat tersebut secara tidak sengaja dijatuhkan oleh rudal darat-ke-udara milik Iran. Pesawat maskapai Ukraine International Airlines itu jatuh sesaat usai lepas landas di Teheran. Seluruh 176 penumpang serta awak dipastikan tewas.

“Iran telah mengundang baik Ukraina dan perusahaan Boeing untuk berpartisipasi dalam penyelidikan,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, seperti dikutip kantor berita IRNA.

Mousavi menambahkan, Iran akan menyambut baik keterlibatan para pakar dari berbagai negara yang warganya menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut.Ia juga memastikan penyelidikan yang akan dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip internasional dan prinsip Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Pada mulanya Iran menyatakan tidak akan mengizinkan Boeing, yang merupakan pabrikan pesawat yang jatuh, untuk terlibat dalam penyelidikan. Selain itu, otoritas Iran juga sempat menolak untuk menyerahkan kotak hitam pesawat kepada Boeing dan AS. Penolakan ini bertentangan dengan norma internasional untuk penyelidikan kecelakaan udara.

Kemudian, Iran akhirnya mengumumkan pihaknya mengundang Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS atau NTSB untuk terlibat dalam penyelidikan.

Dilain pihak, NSTB telah menyatakan akan bergabung dalam penyelidikan. Namun belum diketahui seberapa jauh penyelidikan yang bisa dilakukan NTSB dengan menyatakan masih akan ‘mengevaluasi level partisipasi’. Sebabnya, tak lain karena peran-perannya bisa dibatasi oleh sanksi-sanksi AS yang diberlakukan terhadap Iran. Selain itu, para pejabat AS khawatir untuk mengirimkan staf ke Iran karena ketegangan yangmasih tinggi antara kedua negara ini.

Meski begitu, di bawah aturan yang ditetapkan organisasi penerbangan PBB, NTSB wajib berpartisipasi dalam penyelidikan. Pasalnya kecelakaan itu melibatkanpesawat buatan Boeing yang dirancang dan dirakit di AS.

Sementara itu belum ada komentar dari Boeing terkait undangan Iran ini. Namun, sebgaimana yang dilansirdari CNN, perwakilan Boeing akan membutuhkan izin khusus dari pemerintah AS untuk pergi ke Iran, karena melihat adanya sanksi-sanksi yangberlaku terhadap Iran.

Sebelumnya, pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines jatuh di Teheran pada Rabu (8/1/2020). Terjadi masalah teknis setelah pesawat lepas landas dari bandara Imam Khomeini. Seluruhpenumpang dan awak yang menumpangi pesawat Ukraine International Airline telah dinyatakan tewas. Jumlah korban yakni 176 jiwa, dengan rincian, 82 orang Iran, 63 orang Kanada, 11 orang Ukraina, 10 orang Swedia, tiga warga Jerman, dan tiga warga Inggris.

Dalam penyelidikan kecelakaan, otoritas Iran pun turut mengajak Kanada yang 63 warganya ikut tewas. Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, sebelumnya mengatakan bukti-bukti intelijen mengindikasikan pesawat maskapai Ukraina dijatuhkan oleh rudal darat-ke-udara milik Iran. Begitu juga dengan pernyataan Perdana Menteri InggrisBoris Johnson, yang mengatakan bahwa ada bukti pesawat Ukraine International Airline jatuh karena tertembak rudal milik Iran. Diketahui, Badan Keselamatan Transportasi Kanada(TSB) menerima undangan itu dan sedang mengatur kunjungannya ke Iran.

Soal tuduhan Kanada dan negara-negara Barat lainnya, Iran sampai saat ini belum memberi respons. Akan tetapi, otoritas Iran sebelumnya telah membantah klaim-klaim semacam itu.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politik: https://www.indonesianupdates.com/category/international/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *