Sempat Hilang, Kini Aplikasi ToTok Kembali Tersedia di Google Store

Had Lost, Now the ToTok Application is Back on the Google Store

Foto ToTok, aplikasi panggilan dan perpesanan

ToTok, aplikasi panggilan dan pesan sekarang tersedia untuk diunduh di Google Play Store.

ToTok, aplikasi panggilan dan pesan sekarang tersedia untuk diunduh di Google Play Store. Aplikasi ini pun diharapkan akan segera kembali di Apple Store.

“ToTok sudah tersedia di Google Play. Kami berharap dalam beberapa hari ke depan, ToTok akan kembali ke Apple Store juga. Selamat menggunakan ToTok. Terima kasih lagi dan selamat tahun baru”, begitu bunyi cuitan perusahaan dalam serangkaian tweet, Jumat kemarin. Perusahaan menegaskan bahwa aplikasi ini aman digunakan.

Sebelumnya, Telecommunications Regulatory Authority (TRA) atau Otoritas Pengatur Telekomunikasi, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa mereka mengetahui dugaan dan kekhawatiran baru-baru ini tentang privasi pengguna pada aplikasi telekomunikasi terakreditasi di Uni Emirat Arab (UEA), khususnya aplikasi ToTok.

Peraturan telekomunikasi UEA ini mencakup undang-undang keamanan informasi yang kuat untuk melarang segala jenis pelanggaran data dan intersepsi yang melanggar hukum. Selain itu TRA memberlakukan standar ketat untuk melindungi privasi pengguna sesuaidengan standar internasional.

Pada hari Jumat perusahaan menjelaskan bahwa beberapa perangkat lunak menandai ToTok sebagai malware berdasarkan tuduhan palsu. Untuk itu perusahaan meminta agar adanya perbaikan deteksi tersebut dan mencoba mengunduh ToTok versi terbaru.

“Kami meminta mereka untuk memperbaiki deteksi palsu. Silakan coba unduh versi terbaru ToTok dari Samsung Galaxy Store atau situs web resmi kami dan peringatan itu akan dihapus ”, ujar perusahaan tersebut.

ToTok merupakan aplikasi seperti WhatsApp dan Viber. Kini aplikasi ToTok telah mencapai kesuksesan besar dalam beberapa bulan peluncurannya. Penggunanya saat ini telah mencapai lebih dari 50 juta pelanggan. Tentunya ini menjadi persaingan antar aplikasi serupa. Sebagai platform baru, kehadirannya bisa memengaruhijumlah platform utama yang ada di pasar.

Di App Store dan Google Store sendiri, ToTok menerima lebih dari 30.000 ulasan pengguna positif. Berarti, ini menunjukkan kepercayaan dan penghargaan dari para pengguna yang telah mencobanya.

Perusahaan ToTok yang berbasis di UEA menunjukkan bahwa aplikasi ini dilengkapi dengan standar keamanan tinggi seperti AES256, TLS / SSL, RSA dan SHA256. Hal ini sebagai bentuk perlindungan setiap saat terhadap data pengguna sesuai dengan persyaratan hukum lokal dan internasional.

TRA menegaskan bahwa penerapan standar aplikasi telekomunikasi bersertifikat dilakukan sangat ketat, termasuk ToTok di UEA. Diketahui, beberapa artikel muncul di pers internasional, seperti New York Times yang mengatakan bahwa aplikasi pesan telah digunakanoleh Pemerintah UEA sebagai alat mata-mata. Namun, analisis teknis oleh mantan karyawan NSA menyimpulkan bahwa ToTok “hanya melakukan apa yang diklaimnya dilakukan dan benar – benar tidak lebih, tidak ada eksploitasi, tidak ada pintu belakang dan tidak ada malware “.

Ironisnya, analisis teknis ini sebenarnya diminta oleh orang yang sama yang memulai fitnah aplikasi tersebut tidak aman. Perusahaan pun mengambil langkah untuk bisa keluar dari polemik ini dengan melakukan dialog produktif dengan Google dan akan bersama-sama mengatasi masalah dengan Apple. Hingga akhirnya pada hari Jumat, aplikasi ToTok bisa kembali tersedia di Google Store dan diharapkan akan segera tersedia juga di Apple Store.

Untuk itu, Rekan pendiri Giacomo Ziani dan Long Ruan berterima kasih kepada pengguna karena mempercayai perusahaan. Mereka meyakinkan para pengguna ponsel Samsung, Huawei, Xiaomi atau Oppo, bahwa aplikasi ToTok tersedia di app store pembuat ponsel.

Atau, jika menggunakan ponsel Android lain, mereka memberitahukan ToTok bisa diinstal lewat situs web resmi sebagai solusi sementara .

Saat ini, UEA berkomitmen untuk terus mengembangkan lingkungan bisnis yang mendorong inovator dan pengusaha agar bisa berkembang di berbagai sektor. Demi mendukung komitmen tersebut, negara ini juga mengadopsi teknologi terbaru, seperti jaringan 5G untuk ponsel, Blockchain, Internet of Things dan aplikasi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Teknologi: https://www.indonesianupdates.com/category/tech/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *