Siap-siap Ditilang Bagi Pelanggar Jalur Sepeda di Jakbar Mulai Hari ini

Get Ready Ticking For Bicycle Path Violators in West Jakarta starting today

Foto Pelanggar Jalur Sepeda di Jakarta Barat mulai hari ini

 Pelanggar Jalur Sepeda di Jakarta Barat mulai hari ini

Sejumlah jalur sepeda di DKI Jakarta yang sudah dibangun kini mulai diberlakukan aturan bagi para pengedara lainnya. Mulai hari ini, Senin (25/11/2019), Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat mulai melakukan penindakan terhadap pelanggar jalur sepeda Tomang Raya. Tampak belasan personel gabungan dari Dinas Perhubungan dan Polisi Satuan Lalu Lintas Wilayah ikut memantau pelanggaran yang terjadi di jalur sepeda.

“Karena jalur kita pendek, jadi nggak banyak, 12 personel gabungan saja,” kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Erwansyah.

Sejak pukul 05.0 WIB, para petugas disiagakan di sekitar jalur sepeda wilayah Tomang. Langkah itu dilakukan mengingat intensitas pengendara sepeda yang lebih banyak di rentang waktu pukul 05.00-08.00 WIB.

Untuk itu, pengemudi baik motor dan mobil yang melanggar jalur sepeda di Jalan Tomang Raya akan mendapat penindakan berupa penilangan.

Senin pagi sejak pukul 06.00 WIB, Erwasnyah bersama Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Barat Komisaris Polisi Hari Admoko bersepeda sambil memantau jalur sepeda agar tetap steril dari kendaraan bermotor yang menerobos masuk.

Aturan mengenai kalur khusus sepeda dirancang oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Lalu, pada Jumat pekan lalu, aturan ini telah disahkan menjadi Peraturan Gubernur DKI.
“Jadi sudah berlaku mulai hari ini. Hal itu diatur dalam Pergub Nomor 128 Tahun 2019 tentang Penyediaan Lajur Sepeda,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrien Liputo pada Jumat (22/11)

Aturan yang tercantum dalam Pergub Nomor 128/2019 itu menyebutkan jalur-jalur sepeda yang sudah ditetapkan oleh Pemprov DKI ini hanya boleh dilewati oleh sepeda, sepeda listrik, otopet, skuter, hoverboard, dan unicycle (sepeda roda satu).

Terdapat dua pelanggaran yang diatur dalam Pergub Penyediaan Lajur Sepeda. Pertama, pelanggaran terhadap marka jalan dan kedua terhadap rambu lalu lintas pada jalur sepeda. Sanksi yang diberikan mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Dalam UU tersebut tercantum pasal 287, di mana Polda MetroJaya yang berpatroli bakal menindak atau menilang pelanggar lalu lintas. Sanksi tilang yaitu denda maksimum Rp 500.000 atau kurungan pidana maksimal dua bulan.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bangsa: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *