Stasiun Pompa Minyak Diserang Drone, Arab Saudi Tuding Iran

Oil Pump Station Attacked by Drones, Saudi Arabia Tuding Iran

oil pump station

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyalahkan Iran atas drone Houthi yang menyerang infrastruktur minyak milik negara kerajaan di Teluk itu.

“Houthi adalah bagian tak terpisahkan dari Korps Garda Revolusi Iran dan tunduk pada perintah IRGC,” kata al-Jubeir.

Tudingan yang sama juga dilontarkan Pangeran Khalid bin Salman, Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi yang mengatakan perintah Iran berada di belakang serangan Houthi. Adik laki-laki Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman juga bersikap sama atas kejadian serangan tersebut.

Ini adalah tuduhan langsung pertama terhadap Iran sehubungan dengan insiden tersebut.

Pangeran Khalid juga mengatakan serangan itu merusak keberlangsungan upaya perdamaian di Yaman. Awal pekan ini, pemberontak Houthi melakukan penyerahan pelabuhan Hodeidah yang strategis ke PBB. Namun, muncul kekhawatiran mengenai apakah orang-orang Houthi berubah menjadi penjaga pantai.

Sejumlah pesawat nirawak (drone) bersenjata kelompok pemberontak Houthi Yaman menyerang dua stasiun pompa minyak Aramco Saudi di Arab Saudi pada hari Selasa (14/5/2019). Riyadh mengutuk serangan tersebut sebagai tindakan pengecut.

Serangan ini terjadi hanya berselang dua hari setelah kapal tanker minyak Saudi disabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).
Akibat serangan pesawat tak berawak itu, salah satu stasiun pemasok minyak mengalami kerusakan kecil melalui pipa yang mengalir dari kawasan provinsi timur ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih telah memberikan pernyataan untuk konfirmasi serangan tersebut yang diterbitkan kantor berita negara Arab Saudi, SPA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *