Terbitkan Ingub, Anies Instruksikan Perluas Kawasan Ganjil Genap dan Naikkan Tarif Parkir untuk Atasi Polusi DKI

Publish Ingub, Anies Instructs Expansion of Even Odd Areas and Raises Parking Rates to Overcome DKI Pollution

anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menetapkan kebijakan untuk memperluas kawasan ganjil genap serta menaikkan tarif parkir di wilayah yang dilalui angkutan umum. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota.

Kebijakan tersebut diterbitkan pada Kamis 1/8) kemarin, yang dituangkan dalam Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta No. 66 tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Mengenai kawasan yang akan diterapkan sistem ganjil genap tersebut, Anies belum menentukan mana-mana saja yang termasuk. Dalam Ingub, Anies baru mengajukan permintaan ke Kepala Dinas Perhubungan untuk menyiapkan penerbitan peraturan gubernur baru tentang sistem ganjil genap.
Anies juga menginginkan wilayah-wilayah yang dilalui oleh angkutan umum agar dinaikkan tarif parkirnya. Kepala Dinas Perhubungan juga diminta untuk menyiapkan penerbitan revisi peraturan gubernur yang mengatur tentang tarif parkir 2019.

Mantan Mendikbud itu juga ingin menerapkan kebijakan congestion pricing pada 2021 mendatang. Rancangan peraturan daerah tentang congestion pricing juga diminta Anies agar disiapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan.

Congestion pricing merupakan pengenaan biaya kepada pengguna jalan yang didasarkan pada kepadatan lalu lintas. Pengguna jalan akan dikenakan biaya yang mengikuti besarannya dengan semakin padatnya lalu lintas.

Istilah lainnya adalah electronic road pricing (ERP). Congestion pricing atau ERP dalam rencananya akan diterapkan di Jakarta pada akhir 2019.
Selain kebijakan di atas, Anies juga ingin memperketat pengawasan terhadap sumber penghasil polusi udara. Misalnya cerobong industri aktif yang berada di wilayah DKI Jakarta, yang akan dilakukan penguuran emisi dan inspeksi setiap enam bulan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta.

Diberitakan beberapa waktu terakhir, situs pengukur kualitas udara, yakni Airvisual, mencatumkan Jakarta diperingkat kota dengan udara yang paling buruk di tingkat dunia. Isu polusi ini pun sudah sampai ke meja pengadilan.

Sekitar 31 warga mengajukan gugatan, termasuk Anies salah satu tergugat, karena polusi udara di Jakarta. Persidangan ini sedang berjalan dan akan diadakan sidang lanjutan pada 22 Agustus mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *