Tersangka Kasus Korupsi Dana BUMD Bontang yang Buron Berhasil Dibekuk di Madiun

Suspected Corruption Case of Bontang BUMD Funds which are fought successfully arrested in Madiun

Foto Kasus Korupsi Tersangka Dana BUMD Bontang

Para tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan BUMD Aneka Usaha dan Jasa

Tersangka kasus korupsi penyertaan modal BUMD Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) kota Bontang, Kalimantan Timur pada tahun 2014-2015 dengan nilai mencapai Rp17,23 miliar, Dandi Prio Anggono (36) akhirnya dibekuk tim Kejari Bontang. Penangkapan itu juga di-backup oleh Polres Madiun dan Kejari Madiun, di Madiun, Jawa Timur.

Penangkapan terhadap Dandi dilakukan pada Rabu (23/10) malam, yang kemudian diinapkan di kantor Kejati Jawa Timur. Lalu, hari ini, dia dijemput tim Kejati Kaltim dan Kejari Bontang, untuk dibawa kembali ke Kaltim.

Modus Dandi dalam tindak korupsi pengelolaan dana BUMD Rp17,23 miliar itu dengan menjadikan 4 anak usaha sebagai bagian dari Perusda AUJ kota Bontang.

Wakil Kajati Kalimantan Timur Sarjono Turin, di kantornya Jalan Bung Tomo, Samarinda pada Kamis (24/10) menjelaskan keempat anak usaha yang dijadikan alat untuk tindak korupsi terdiri dari berbagai bidang, yaitu bidang Advertising, pengelolaan bahan bakar, pengelolaan badan usaha keuangan daerah seperti KPR BPR, dan sewa menyewa kapal.

Lebih lanjut, Sarjono menjelaskan dengan modus tersebut, tersangka Dandi Prio Anggono tidak bisa mempertanggungjawabkan dana yang disalurkan Pemkot Bontang tersebut.

Namun, setelah Dandi ditetapkan sebagai tersangka pada 5 April 2018, ditengah penyidikan ia melarikan diri. Hal ini membuat proses penyidikan terhenti. Sarjono menyebut pihaknya mendapatkan informasi kalua tersangka ada di Jawa Timur.

Sementara, Kajari Kota Bontang Agus Kurniawan menuturkan, saat penetapan tersangka, Dandi tidak pernah hadir di Kejari Bontang, lantaran kabur sejak 2015 lalu. Agus menjelaskan Pemkot Bontang memberikan penyertaan modal di tahun 2014 dan 2015 senilai Rp17,23 miliar. Berdasarkan hasil audit BPK, dari nilai tersebut ada Rp8 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan menjadi kerugian negara.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bangsa: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *