Usut Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Cegah Saksi Ke Luar Negeri

Investigating the Case of Bribery of the Mayor of Medan, the KPK Prevents Witnesses Going Abroad

Foto KPK Mencegah Saksi dari Going Abroad

KPK Mencegah Saksi dari Pergi ke Luar Negeri

Upaya pencegahan dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap salah seorang saksi selaku pihak swasta, yakni Farius Fendra alias Makte untuk tidak ke luar negeri dengan mengirimkan surat pencegahan ke luar negeri kepada pihak Imigrasi Kemenkum HAM.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan bahwa KPK telah mengeluarkan surat larangan bepergian ke luar negeri terhadap Farius selama 6 bulan ke depan yang terhitung sejak 28 November 2019.

Hal ini berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait proyek dan jabatan yang menjerat Wali Kota nonaktif Medan yakni Tengku Dzulmi Eldin (TDE) yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Meski sudah sempat dijadwalkan untuk diperiksa tim penyidik KPK pada Selasa (19/11) lalu, namun Makte absen dari panggilan. Kediamannya pun sempat digeledah oleh tim lembaga antirasuah.

Tak hanya Dzulmi, KPK juga menetapkan dua tersangka yang lain, yaitu Kadis PUPR Kota Medan Isa Ansyari (IAN) dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar (SFI).

Diduga Dzulmi menerima suap untuk menutupi ekses perjalanan dinas wali Kota ke Jepang. Saat perjalanan dinas, Dzulmi turut membawa serta keluarga dan beberapa kepala dinas. Tak hanya itu, Dzulmi dan keluarganya juga memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari di luar jadwal perjalanan dinas.

Oleh karena ada pihak-pihak yang tidak berkepentingan yang ikut dalam perjalanan dinas, terdapat anggaran pengeluaran perjalanan dinas Wali Kota yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pengeluaran ini pun tidak dapat dibayarkan dengan dana APBD.

Akibatnya, pihak travel menagih sejumlah pembayaran tersebut kepada Dzulmi. Selanjutnya, Dzulmi bertemu dengan Syamsul dan menyuruhnya untuk mencari dana dan menutupi ekses perjalanan dinas ke Jepang tersebut dengan nilai anggaran sekitar Rp 800 juta. Kemudian Syamsul membuat daftar target kepala-kepala dinas yang akan dimintakan dana. Target yang dimaksudkan diantaranya adalah kadis-kadis yang ikut serta berangkat ke Jepang, termasuk Isa meskipun tidak ikut berangkat ke Jepang.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bangsa: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *